Toples Mayones

Manakala hidupmu tampak susah untuk dijalani … manakala 24 jam sehari terasa masih kurang … ingatlah akan toples mayones dan dua cangkir kopi.

Seorang professor berdiri di depan kelas filsafat dan mempunyai beberapa barang di depan mejanya.

Saat kelas dimulai, tanpa mengucapkan sepatah kata, dia mengambil sebuah toples mayones kosong yang besar dan mulai mengisi dengan bola-bola golf.

Kemudian dia berkata pada para muridnya, apakah toples itu sudah penuh. Mereka menyetujuinya.

Kemudian dia mengambil sekotak batu koral dan menuangkannya ke dalam toples. Dia mengguncang dengan ringan. Batu-batu koral masuk, mengisi tempat yang kosong di antara bola-bola golf.

Kemudian dia bertanya pada para muridnya, apakah toples itu sudah penuh. Mereka setuju bahwa toples itu sudah penuh.
Continue Reading…

Manusia Mengabaikan Petunjuk Dari Apa yang Dia Minta dan Harapkan

Seorang manusia berbisik, “Tuhan, bicaralah padaku!”

Dan burung kutilang pun bernyanyi. Tapi, manusia itu tidak mendengarkannya.

Maka, manusia berteriak, “Tuhan, bicaralah padaku!” Dan guntur dan petir pun mengguruh. Tapi, manusia itu tidak mendengarkannya.

Manusia itu melihat sekelilingnya dan berkata, “Tuhan, biarkan aku melihat Engkau.” Dan bintangpun bersinar terang. Tapi, manusia itu tidak melihatnya.

Dan, manusia berteriak lagi, “Tuhan, tunjukkan aku keajaibanMU!” Dan seorang bayi pun lahirlah. Tapi, manusia itu tidak menyadarinya.

Maka, ia berseru lagi dalam keputus-asaannya, “Jamahlah aku, Tuhan!” Dan, segera Tuhan turun dan menjamahnya. Tapi, manusia itu malah mengusir kupu-kupu tersebut dan terus berjalan.

Betapa hal ini semua sebenarnya mengingatkan pada kita bahwa Tuhan selalu hadir di sekitar kita dalam bentuk sederhana dan kecil yang sering kita anggap lalu, bahkan dalam era elektronik ini…..

Manusia itu berseru, “Tuhan, aku membutuhkan pertolonganMu!” Dan datanglah e-mail, sms, artikel dengan berita-berita baik dan menguatkan.

Namun, ia justru menghapusnya dan terus berkeluh-kesah. Berita baik itu adalah bahwa anda masih dicintai orang lain! Janganlah kita mencampakkan suatu anugerah. Hanya karena anugerah itu tidak dikemas dalam bentuk yang diinginkan dan dimengerti oleh kita.

[from email]

Belajar dari Kaleng Coca Cola

Ada 3 kaleng coca cola, ke-3 kaleng tsb diproduksi di pabrik yg sama. Ketika tiba harinya, sebuah truk datang ke pabrik, mengangkut kaleng-kaleng coca cola dan menuju ke tempat yg berbeda untuk pendistribusian.

Pemberhentian pertama adalah supermaket lokal. Kaleng coca cola pertama diturunkan di sini. Kaleng itu dipajang di rak bersama dengan kaleng coca cola lainnya dan diberi harga Rp 4.000.

Pemberhentian kedua adalah pusat perbelanjaan besar. Di sana , kaleng kedua diturunkan. Kaleng tersebut ditempatkan dalam kulkas supaya dingin dan dijual dengan harga Rp 7.500.

Pemberhentian terakhir adalah hotel bintang 5 yg sangat mewah. Kaleng coca cola ketiga diturunkan di sana. Kaleng ini tidak ditempatkan di rak atau dalam kulkas. Kaleng ini hanya akan dikeluarkan jika ada pesanan dari pelanggan. Dan ketika ada yang pesan, kaleng ini dikeluarkan besama dengan gelas kristal berisi es batu. Semua disajikan di atas baki dan pelayan hotel akan membuka kaleng coca cola itu, menuangkannya ke dalam gelas dan dengan sopan menyajikannya ke pelanggan. Harganya Rp 60.000.

Sekarang, pertanyaannya adalah :
Continue Reading…

Perbuatan Baik Akan Kembali Kepada Kita Lagi

Dengan perlahan-lahan orang itu memandang ke atas. Tampak olehnya seorang wanita yang pasti biasa hidup mewah. Mantel bulunya tampak baru.

Kelihatan dia seperti seorang yang tidak pernah kelaparan seumur hidupnya. Sekilas pada benaknya dia terpikir bahwa tentu wanita itu akan mengolok-olok kepadanya seperti yang sering dilakukan banyak mereka sebelumnya.

“Tinggalkan aku sendirian,” gumamnya dengan marah… Tapi dia merasa heran karena wanita itu tetap berdiri disitu. Dia tersenyum – sehingga sebaris giginya yang putih rata tampak berkilauan.

“Apakah anda lapar?” dia bertanya.

“Tidak,” jawabnya dengan penuh ejekan. “Saya baru saja selesai makan malam dengan President USA … Nah, pergilah kesana.”

Senyuman dari wanita itu menjadi lebih lebar.

Tiba-tiba orang itu merasa tangan yang lemah lembut mencoba mengangkatnya untuk berdiri. “Nyonya, apa yang kau lakukan?” orang itu bertanya dengan marah. “Aku sudah bilang, biarkan aku sendirian.”

Pada saat itu seorang polisi mendekati. “Ada masalah apa, nyonya?” dia bertanya.
Continue Reading…

Berhenti Saja?

Suatu hari aku memutuskan untuk berhenti. Berhenti dari pekerjaanku, berhenti dari hubunganku dengan sesama dan berhenti dari spiritualitasku. Aku pergi ke hutan untuk bicara dengan Tuhan untuk yang terakhir kalinya. “Tuhan”, kataku, “Berikan aku satu alasan untuk tidak berhenti?” Dia memberi jawaban yang mengejutkanku.

“Lihat ke sekelilingmu”, kataNya.

“Apakah engkau memperhatikan tanaman pakis dan bambu yang ada dihutan ini?”

“Ya”, jawabku.

Lalu Tuhan berkata, “Ketika pertama kali Aku menanam mereka, Aku menanam dan merawat benih-benih mereka dengan seksama. Aku beri mereka cahaya, Aku beri mereka air, pakis-pakis itu tumbuh dengan sangat cepat warna hijaunya yang menawan menutupi tanah namun, tidak Ada yang terjadi dari benih bambu tapi Aku tidak berhenti merawatnya.
Continue Reading…

Jerry Berpikir Positif

Jerry adalah seorang manager restoran di Amerika. Dia selalu dalam semangat yang baik dan selalu punya hal positif untuk dikatakan. Jika seseorang bertanya kepadanya tentang apa yang sedang dia kerjakan, dia akan selalu menjawab, “Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar!”

Banyak pelayan di restorannya keluar jika Jerry pindah kerja, sehingga mereka dapat tetap mengikutinya dari satu restoran ke restoran yang lain. Alasan mengapa para pelayan restoran tersebut keluar mengikuti Jerry adalah karena sikapnya.

Jerry adalah seorang motivator alami, jika karyawannya sedang mengalami hari yang buruk, dia selalu ada di sana, memberitahu karyawan tersebut bagaimana melihat sisi positif dari situasi yang tengah dialamai.

Melihat gaya tersebut benar-benar membuat aku penasaran, jadi suatu hari aku temui Jerry dan bertanya padanya, “Aku tidak mengerti! Tidak mungkin seseorang menjadi orang yang berpikiran positif sepanjang waktu. Bagaimana kamu dapat melakukannya?” Jerry menjawab, “Tiap pagi aku bangun dan berkata pada diriku, aku punya dua pilihan hari ini. Aku dapat memilih untuk ada di dalam suasana yang baik atau memilih dalam suasana yang jelek. Aku selalu memilih dalam suasana yang baik. Tiap kali sesuatu terjadi, aku dapat memilih untuk menjadi korban atau aku belajar dari kejadian itu. Aku selalu memilih belajar dari hal itu. Setiap ada sesorang menyampaikan keluhan, aku dapat memilih untuk menerima keluhan mereka atau aku dapat mengambil sisi positifnya.. Aku selalu memilih sisi positifnya.”
Continue Reading…

Kisah Anne, Bayi Yang Menyelamatkan 2 Nyawa

Kisah berikut ini dikutip dari buku “Gifts From The Heart for Women” karangan Karen Kingsbury.

Inti ceritanya kira-kira sbb :
Ada pasangan suami isteri yang sudah hidup beberapa lama tetapi belum mepunyai keturunan. Sejak 10 tahun yang lalu, sang istri terlibat aktif dalam kegiatan untuk menentang ABORSI,karena menurut pandangannya, aborsi berarti membunuh seorang bayi.

Setelah bertahun-tahun berumah-tangga, akhirnya sang istri hamil, sehingga pasangan tersebut sangat bahagia. Mereka menyebarkan kabar baik ini kepada famili, teman2 dan sahabat2, dan lingkungan sekitarnya. Semua orang ikut bersukacita dengan mereka. Dokter menemukan bayi kembar dalam perutnya, seorang bayi laki2 dan perempuan. Tetapi setelah beberapa bulan, sesuatu yang buruk terjadi. Bayi perempuan mengalami kelainan, dan ia mungkin tidak bisa hidup sampai masa kelahiran tiba. Dan kondisinya juga dapat mempengaruhi kondisi bayi laki2. Jadi dokter menyarankan untuk dilakukan aborsi, demi untuk sang ibu dan bayi laki2 nya.

Fakta ini membuat keadaan menjadi terbalik. Baik sang suami maupun sang istri mengalami depressi. Pasangan ini bersikeras untuk tidak menggugurkan bayi perempuannya (membunuh bayi tsb), tetapi juga kuatir terhadap kesehatan bayi laki2nya. “Saya bisa merasakan keberadaannya, dia sedang tidur nyenyak”, kata sang ibu di sela tangisannya. Lingkungan sekitarnya memberikan dukungan moral kepada pasangan tersebut,dengan mengatakan bahwa ini adalah kehendak Tuhan.
Continue Reading…

Segelas Besar Susu

Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu, menemukan bahwa dikantongnya hanya tersisa beberapa sen uangnya, dan dia sangat lapar. Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya.. Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda membuka pintu rumah.

Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air. Wanita muda tersebut melihat, dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah lapar, oleh karena itu ia membawakan segelas besar susu. Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudian bertanya, “berapa saya harus membayar untuk segelas besar susu ini ?”

Wanita itu menjawab: “Kamu tidak perlu membayar apapun”.. “Ibu kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk kebaikan,” kata wanita itu menambahkan.
Continue Reading…

Kita Harus Belajar

Kita Harus Belajar
(diambil dari buku “Dari Pasir menjadi Mutiara”)

Kita harus belajar,
bahwa kita tidak dapat memaksa orang lain bersikap baik pada kita tapi kita bisa memilik bersikap baik pada mereka.

Kita harus belajar,
bahwa orang yang berbuat jahat pada kita adalah orang yang bisa memperkuat sisi terbaik dari kita.

Kita harus belajar,
bahwa sebaik-baiknya orang lain mereka pasti pernah melukai perasaan kita, dan untuk itu kita harus memaafkan mereka.

Kita harus belajar,
bahwa mengampuni diri sendiri dan orang lain tidak saja membebaskan kita dari rasa bersalah, tetapi juga memperbesar hati dan jiwa kita.
Continue Reading…

Kisah Sebuah Jam

Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. “Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?” “Haaaaaaaaaaaa? 31 juta seratus empat ribu kali aku harus berdetak????” kata jam terperanjat, “Mana mungkin saya sanggup! Saya ga akan mungkin bisa untuk melakukan itu!”

“Ya sudah, kalau begitu bagaimana kalau 86,400 kali saja dalam sehari?”

“Delapan puluh ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini? Ga , ga, aku ga sanggup!” jawab jam penuh keraguan.

“Ok kalau gitu, bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?”

“Dalam satu jam harus berdetak 3,600 kali? Masih terlalu banyak.. saya tidak mungkin mampu berdetak 3.600 kali..” tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya

Dengan penuh kesabaran tukang jam itu kemudian bicara kepada si jam, “Baiklah, kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?”

“Naaaa, kalau begitu, aku sanggup!”