Nasehat Seorang Ibu Kepada Anak Gadisnya

Seorang gadis cantik akan keluar rumah menemui pacarnya untuk pertama kalinya. Ibu dari gadis tersebut merasa harus memberikan nasehat kepada anaknya.

Ibu : “Nak… kamu harus hati2, ketika pacaran harus jaga jarak. Apalagi kamu gadis yang cantik. Pacarmu mungkin tidak tahan dan akan mendorongmu, membaringkan kamu, membuka bajumu dan melakukan seks denganmu. Jika hal ini terjadi maka kejadian ini akan mempermalukan keluargamu.”

Si gadis mengingat nasehat ibunya…
Besoknya sang ibu bertanya…

Ibu : “Apakah dia telah melakukan hal2 yang mempermalukan keluarga kita?”

Gadis : “Dia memang mencoba mendorongku, membuka bajuku, dan berusaha melakukan seks denganku. Tapi aku harus tegas, aku enggak mau dia mempermalukan keluarga kita!”

Gadis : “Jadi aku bangkit…”

Ibu : (Dalam hati) Baguslah, nasehatku diingat…

Gadis : “Dan aku balas dendam mempermalukan keluarganya… Kudorong dia ke bawah, kubuka bajunya dan melakukan seks dengan posisi di atas!”

Ibu – Mama – Mommy

Ibu melahirkan kita sambil menangis kesakitan. Masihkah Kita menyakitinya?
Masih mampukah kita tertawa melihat penderitaannya?
Mencaki makinya?
Melawannya?
Memukulnya?
Mengacuhkannya?
Meninggalkannya?
Ibu tidak pernah mengeluh membersihkan kotoran kita waktu masih kecil,
Memberikan ASI waktu kita bayi,
Mencuci celana kotor kita,
Menahan derita,
Menggendong kita sendirian.
SADARILAH bahwa di dunia ini nggak ada 1 orangpun yang mau mati demi IBU, tetapi

Tiada Seorang Pun Yang Tahu

“Setelah 21 tahun menikah, saya tiba-tiba menemukan cara baru dalam menyalakan api cinta kami. Api yang muncul tak terduga, dari orang-orang yang begitu berharga, tapi jarang saya sadari kehadirannya, karena terlalu terbiasa.”

Beberapa waktu lalu istri saya mengusulkan agar saya berkencan dengan seorang perempuan lain, besok malam. “Kamu akan mencintainya,” kata istri. “Apa-apaan sih,” protes saya. “Mengapa kamu tidak ikut?” “Itu acara kamu berdua dengan dia,” jawab istri.

Perempuan yang dimaksudkan adalah ibu saya yang telah menjanda selama 19 tahun belakangan ini. Saya jarang menemuinya karena kesibukan kerja dan mengurus tiga anak kami. Malam itu saya telepon ibu, mengajaknya makan malam dan nonton film. Berdua saja.
Continue Reading…

|