Kisah Anne, Bayi Yang Menyelamatkan 2 Nyawa

Kisah berikut ini dikutip dari buku “Gifts From The Heart for Women” karangan Karen Kingsbury.

Inti ceritanya kira-kira sbb :
Ada pasangan suami isteri yang sudah hidup beberapa lama tetapi belum mepunyai keturunan. Sejak 10 tahun yang lalu, sang istri terlibat aktif dalam kegiatan untuk menentang ABORSI,karena menurut pandangannya, aborsi berarti membunuh seorang bayi.

Setelah bertahun-tahun berumah-tangga, akhirnya sang istri hamil, sehingga pasangan tersebut sangat bahagia. Mereka menyebarkan kabar baik ini kepada famili, teman2 dan sahabat2, dan lingkungan sekitarnya. Semua orang ikut bersukacita dengan mereka. Dokter menemukan bayi kembar dalam perutnya, seorang bayi laki2 dan perempuan. Tetapi setelah beberapa bulan, sesuatu yang buruk terjadi. Bayi perempuan mengalami kelainan, dan ia mungkin tidak bisa hidup sampai masa kelahiran tiba. Dan kondisinya juga dapat mempengaruhi kondisi bayi laki2. Jadi dokter menyarankan untuk dilakukan aborsi, demi untuk sang ibu dan bayi laki2 nya.

Fakta ini membuat keadaan menjadi terbalik. Baik sang suami maupun sang istri mengalami depressi. Pasangan ini bersikeras untuk tidak menggugurkan bayi perempuannya (membunuh bayi tsb), tetapi juga kuatir terhadap kesehatan bayi laki2nya. “Saya bisa merasakan keberadaannya, dia sedang tidur nyenyak”, kata sang ibu di sela tangisannya. Lingkungan sekitarnya memberikan dukungan moral kepada pasangan tersebut,dengan mengatakan bahwa ini adalah kehendak Tuhan.
Continue Reading…

Segitiga Kehidupan Saat terjadi gempa

oleh: Doug Copp, Kepala Penyelamat dan Manajer Bencana dari American Rescue Team International (ARTI),

Pengalaman

  • Saya telah merangkak di bawah 875 reruntuhan bangunan, bekerja sama dengan tim penyelamat dari 60 negara, dan mendirikan tim penyelamat di beberapa negara serta salah satu dari ahli PBB untuk Mitigasi Bencana selama 2 tahun.
  • Saya telah bekerja di seluruh bencana besar di dunia sejak tahun 1985.
  • Pada tahun 1996 kami membuat film yang membuktikan keakuratan metode bertahan hidup yang saya buat.

Percobaan

  • Kami meruntuhkan sebuah sekolah dan rumah dengan 20 boneka di dalamnya. 10 boneka “menunduk dan berlindung” dan 10 lainnya menggunakan metode bertahan hidup “segitiga kehidupan”.
  • Setelah simulasi gempa, kami merangkak ke dalam puing-puing dan masuk ke dalam bangunan untuk membuat dukumentasi film mengenai hasilnya. Film itu menunjukkan bahwa mereka yang

Pidato Steve Job di Acara Wisuda Stanford University: Stay Hungry. Stay Foolish

Mei 1, 2008

Steve Jobs adalah salah satu tokoh penting di Dunia Teknologi Informasi seangkatan dan sekelas dengan Bill Gates, mantan CEO Microsoft yang berkunjung ke Indonesia pada tanggal 9 Mei 2008.

Ketika saya membaca Pidato Steve Jobs di Acara Wisuda Stanford University, yang isinya adalah biografi Steve Jobs sendiri dan merupakan perjuangan hidupnya dalam mencapai keberhasilan sampai dengan saat ini, saya sangat terharu dan kagum atas keuletannya dalam menghadapi berbagai cobaan hidup. Steve Jobs juga ternyata memiliki filosofi kehidupan yang sangat dalam maknanya, yang saya harapkan dapat menjadi contoh tauladan kita semua dan generasi muda Indonesia pada umumnya.

Judul Pidato: “Stay Hungry. Stay Foolish” adalah sangat cocok bagi generasi muda Indonesia untuk bekerja keras dalam membangun negeri Indonesia yang kita cintai. Terjemahan Pidato Steve Jobs ini kami peroleh dari Sdri. Dewi Sri Takarini, alumni sebuah perguruan tinggi di Australia. Silahkan disimak dan direnungkan.
Continue Reading…

Prioritas dalam Kehidupan Anda

Dua orang kekasih, L (perempuan) dan M (laki-laki) tinggal saling berseberangan. Mereka dipisahkan oleh sebuah sungai, yang dimana setiap kali ingin bertemu, mereka menggunakan satu-satunya jembatan penyeberangan yang ada disana.

Suatu hari, jembatan tersebut rusak dan hancur, sehingga kedua orang tersebut tidak lagi bisa saling bertemu. Waktu terus berjalan dengan kondisi seperti itu, sampai suatu kali L sangat rindu dan ingin bertemu dengan M..

Dengan rusaknya jembatan, terbuka bisnis baru untuk penyeberangan, yaitu dengan menggunakan perahu penyeberangan. Ada 2 orang laki-laki mang menjalani bisnis penyeberangan tersebut, masing-masing bernama C dan S.

L lalu mendatangi C

L: “Bisa Anda tolong seberangkan saya?”
C: “Bisa, asal Anda membayar saya sebesar 5 keping uang emas”
L: “Saya tidak punya uang sebanyak itu.”
C: “Maaf, kalau begitu saya tidak bisa membantu”
L: “Tolonglah Pak, saya sangat butuh diseberangkan.”
C: “Maaf, Nona. Saya hanya menjalankan bisnis saja. Dan saya juga punya kebutuhan untuk menghidupi keluarga saya.”
Continue Reading…

|